Breaking News

PEMDES GEMBONGAN MENGGELAR RUAT BUMI ,TRADISI LELUHUR WARISAN NENEK MOYANG

      Lokasi gelaran di makom Babakan.

www.Kabarlidikindonesia.com-senin 3 juli  2023.

KARAWANG - Ruat bumi merupakan warisan nenek moyang kita ,warga masyarakat sambut baik atas di gelarnya hiburan wayang kulit,yang berlokasi di Dusun Babakan Desa Gembongan Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang , Propinsi Jawa Barat, yang tentunya masyarakat  sangat bahagia dengan telenggara hiburan wayang kulit ,tradisi Hajat ruat Bumi ini adalah warisan leluhur yang digelar setahun sekali dan di meriahkan oleh para petani warga masyarakat Gembongan.

Di selenggarakan di makon Buyut Buing leluhurnya di dusun Babakan samping SDN gembongan , Ritual hajat bumi di gelar setiap setahun sekali dan di hibur gamelan wayang kulit dengan ki dalang Odama dari Desa Rawamekar Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.

Tradisi ruat bumi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang di dapat dari hasil pertanian dan lainnya. 

Tradisi ini digelar sejak zaman kerajaan secara turun-temurun.warga berupaya untuk menjaga Kelestarian adat istiadat untuk memperingati warisan dari leluhur nenek moyang kita yang di gelar setiap setahun sekali.

Awalnya Hajat ruat Bumi ini dilakukan dua tahun sekali,namun dengan upaya warga masyarakat, kegiatan ini cuma bisa dilaksanakan satu tahun sekali , pada musim panen dan musim tanam padi .


Uniknya tradisi ruat Bumi ini menyajikan berbagai jenis makanan dari hasil panen para petani seperti adat istiadat warga masyarakat dengan sajian nasi tumpeng,nasi uduk juga buah-buahan, umbi-umbian dari hasil bumi, hingga tujuh batang padi yang digantung di depan tenda panggung gelaran wayang kulit

Setelah acara selesai , sajian nasi tumpeng di bagikan ke warga yang mengikuti ruat bumi dan makanan yang di gantungkan di atas panggung hiburan tersebut akan menjadi rebutan para warga masyarakat yang hadir di lokasi gelaran wayang kulit.


Acara pembukaan ruat bumi ini akan di awali dengan tawasul dan di tutup dengan doa bersama juga salah satu ritual acara tersebut.

Kepala Desa Ujang Asum mengatakan " kami menggelar acara ini sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang berjasa ,semoga hasil panen yang akan datang lebih bagus , lebih baik dan bermanfaat bagi para petani dan makmur , Semoga petani dan masyarakat Gembongan dan semoga di berikan panjang umur, sehat wal'afiat, banyak rezki pada tahun kemarin .Kami menggelar ruat bumi dengan secara sederhana.Namun untuk tahun ini berlangsung cukup meriah,".


Dalam acara ini , warga masyarakat Dusun Babakan sangat menunggu hiburan wayang kulit yang menjadi puncak acara ruwatan bumi yang dIgelar semalam suntuk.

Warga masyarakat Babakan sebagian besar adalah petani. Harapan kedepannya, tradisi ini harus lebih meriah lagi dan tetap dilestarikan oleh generasi penerus. Juga semoga bisa jadi even tahunan , baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan. 


Alhamdulillah hajat bumi ini dihadiri oleh Bapak Camat Drs.Iwan Ridwan F , Perwakilan Danramil Jatisari, Kepala Desa Ujang Asum beserta jajarannya,juga para tokoh agama,tokoh masyarakat , tokoh pemuda dan warga masyarakat Gembongan dan mengapreasi kepada warga untuk terus melestarikan budaya leluhur ini.

Lanjut Ia akan mengupayakan tradisi hajat Bumi ini masuk dalam agenda Galuh Virtual. Sehingga bisa terus dilestarikan pungkas*.

Red:Asep Gaib#.


BACA JUGA BERITA LAINNYA