Breaking News

PEMDES SUKAMULYA MENGGELAR HAJAT RUAT BUMI TRADISI WARISAN LELUHUR NENEK MOYANG KITA YANG BERTEMPAT DI MAKAM BUYUT RENCEUP DAN SEKALIGUS MENYAMBUT TAHUN BARU MASEHI TAHUN 2024



www.kabarlidikindonesia -kamis 4 januari 2024.

KARAWANG - Bismillahirrohman Nirrohim , Pemdes Sukamulya ,Kecamatan Cilamaya Kulon,Kabupaten Karawang , propinsi Jawa Barat ,Gelar Tradisi ruat bumi ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang di dapat dari hasil pertanian dan lainnya. 4/1/2024.

Tradisi ini digelar sejak zaman kerajaan dulu, secara turun-temurun,warga masyarakat berupaya untuk menjaga Kelestarian adat istiadat untuk memperingati warisan dari leluhur nenek moyang kita yang di gelar setiap setahun sekali.


Awalnya Hajat ruat bumi. dilakukan dua tahun sekali,namun dengan upaya warga masyarakat, kegiatan ini cuma bisa dilaksanakan setiap satu tahun sekali , di masa pada musim panen dan musim tanam padi saja.

Uniknya tradisi ruat bumi ini masyarakat menyajikan berbagai jenis makanan dari hasil panen para petani seperti adat istiadat warga masyarakat dengan sajian nasi tumpeng, nasi uduk,nasi kuning juga buah-buahan, umbi-umbian dari hasil bumi, "hingga tujuh batang padi yang digantung di depan tenda panggung gelaran wayang kulit"dengan Ki Dalang Anom Sahtori dari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.

Acara pembukaan hajat bumi di awali dengan Tawasul dan di tutup dengan membacakan doa bersama, juga salah satu acara ritual tersebut.


Kepala Desa Sukamulya , Ucup Subhan beserta jajarannya ikut serta hadir dalam gelaran hajat bumi ,yang di hadiri Bapak Camat , bapak Dewan H.Cita DPRD dari partai PDIP yang selalu mendukung acara ruat bumi ini.

Hadir pula tokoh masyarakat ,tokoh pemuda dan warga masyarakat setempat ikut serta dalam memeriahkan acara ruat bumi.Kepala Desa Sukamulya ketika di klarifikasi,mengatakan kepada awak media online kabarlidikindonesia.com mengafreasikan kepada warga masyarakat yang hadir di lokasi ruat bumi , agar warga masyarakat melestarikan warisan budaya leluhur dari nenek moyang kita tutur nya.

Lanjut Kades , kami akan mengupayakan tradisi budaya leluhur ini dalam agenda Galuh Vitual ,sehingga terus maju dan mengingatkan para gernerasi sekarang dan memperkenalkan  kepada generasi berikut nya agar mengingat masa- masa sejarah.


Alhamdulilah hajat bumi ini,kondusif , lancar , Aman dan mudah - mudahan masyarakat setempat yang sedang melaksanakan gelaran wayang kulit ini ,di berkahi rezky nya di beri umur panjang,sehat lahir sehat bathin amin pungkas *.


Red : Asep Gaib.

BACA JUGA BERITA LAINNYA