TURAP BARU DUA BULAN DI KERJAKAN RETAK DI DUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN ,PENGAWA TUTUP MATA ,TUTUP TELINGA.13/08/2022. - KABAR LIDIK INDONESIA

Breaking

Post Top Ad

TURAP BARU DUA BULAN DI KERJAKAN RETAK DI DUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN ,PENGAWA TUTUP MATA ,TUTUP TELINGA.13/08/2022.






KARAWANG –  Akibat lemah dalam pengawasan dari dinas terkait (PUPR) pekerjaan turap yang ada di dusun maleber diduga mengalami retak permanen dan belah sehingga mengakibatkan banyak pertayaan dari pihak warga setempat,padahal pekerjaan turap baru di kerjakan dua bulan yang lalu dan kini hasil nya tidak maxsimal dan tidak berkualitas pekerjaan turap drainase mengalami kebobrokan.

Lokasi penurapan tepat ada di Desa Banyuasih Kecamatan Banyusari Kabupaten karawang Jawa Barat.



Sangatlah disayangkan anggaran negara yang digelontorkan melalui rekanan pemborong untuk pembangunan turap ternyata tidak sesuai dengan RAB dan mengakibatkan pisik badan turap tidk kuat alias tidak kokoh.

**HATI-HATI INI UANG NEGARA UNTUK KEBUTUHAN RAKYAT**.

dikerjakan kurang maxsimal, padahal sudah ditentukan dan di pertimbangkan sesuai dengan draf RAB yang telah disepakati oleh pihak pemborong untuk mengerjakan pembangunan turap drainase tersebut.




Para pemborong di duga mencari para pekerja yang relatif murah agar ke untungan nya besar ,sehingga seperti inilah pembangunan turap jadi bobrok dan pemborongpun mengerjakan ketukang kuli yang bukan ahlinya alis pekerja yang gak becus mengerjakan pembangunan batu kali,sehingga mengalami ke retakan dan belah ,aaah pekerja gak becus bekerja.


"Hati- hati kalau pekerja yang murah pasti , orang yang gak becus kerja"


Warga maleber yang berinisial (r) menjelaskan ke awak media atas kebobrokan pembangunan turap drainase .

Kami atas nama warga maleber, tolong kepada pemborong jangan menyuruh orang yang gak becus memasang batu kali,sedangkan yang kerja ini bukan ahlinya seharusnya orang yang punya skill dan harus telaten yang harus bekerja Jangan di kerja kalau tukang kuli gak yang becus memasang batu kali juga gak paham tegasnya.




Reporter   : Nanang.

Editor        : Karpo.

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Pages