DI DUGA PT.PRAJA PIARA PELAKSANA YANG GAK BECUS TENTANG PROYEK DAN SENGAJA MENGULUR WAKTU,MASYARAKAT DAN PEKERJA GERAM DAN KELUHKAN BANYARAN UPAH, TIDAK SESUAI DENGAN GAMBAR /DENAH RAB. - KABAR LIDIK INDONESIA

Breaking

Post Top Ad

DI DUGA PT.PRAJA PIARA PELAKSANA YANG GAK BECUS TENTANG PROYEK DAN SENGAJA MENGULUR WAKTU,MASYARAKAT DAN PEKERJA GERAM DAN KELUHKAN BANYARAN UPAH, TIDAK SESUAI DENGAN GAMBAR /DENAH RAB.








kabarlidikindonesia.com- 20 / 12 /22.


KARAWANG -Pekerjaan saluran tersier di Desa Cikampek timur, Kabupaten Karawang Propinsi jawa barat, pekerjaan renopasi saluaran dan turap yang tepat di dusun karang gelam mengalmi kesalah pahaman antara pt praja dan pemborong berbeda aturan deng├án gambar yang ada artinya telah mengganti aturan sendiri pekerjaan dan  pelaksanapun telah menunda -nunda waktu sehingga para pekerja mengeluh dengan banyak aturan yang sudah di tentukan dalam bentuk gambar dan denah tersebut atau menggantinya dengan aturan sendiri ,padahal pekerjaan ini sudah jelas dan komikment awal sesuai denah gambar tapi aneh bin ajaib pekerjaan ini kok bisa berbeda dengan apa yang telah di sepakati antara pt. Praja dan pemborong sehingga menuai banyak pertanyaan dari pihak masyarakat di duga pt .praja mengulur -ngulur waktu dan  menganti aturan sendiri sehingga banyak waktu yang kebuang  para pekerjapun mengeluh atas ketidak sesuai sepakat awal.




photo pelaksana Pt praja.


Masyarakat sekitar Cijalu bernisial (y) ketika di kompermasi oleh awak media di lapangan menjelaskan terkait pekerjaan renopasi dan penurapan ini yang gak jelas  dan terlalu banyak aturan sehingga tampak nya banyak yang di rugikan seperti dari pihak pengiriman batu,pasir dan para tukang kuli tentunya serta mengeluh atas pekerjaa sehingga banyaran tertuda dan selalu mengulur - ulur waktu padahal pekerjaan ini sudah selesai dan kenapa pelaksana dari pt praja tidak komekment dan keterbukaan kepada pihak yang bersakutan sehingga tidak mengalami  kejanggalan permanin dan kecemburuan sosial ucapnya.



     hpoto pekerja yang mengeluh.


Salah satu dari pihak desa bernisial (w) mengatakan kami malu pak?! di kejar -kejar orang (tagih) dan kami kecewa atas segala nya padahal sudah komikment.




Kami banyak yang menagih padahal kami sudah berupaya menutupi, membantu kekurang matrial yang kami talangi demi untuk kelancaran bersama dan pembangunan yang ada di desa Cikampek timur tapi kenyataannya malah nambah beban buat  kami ketusnya  pungkas** (red).






| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Pages