KURANG LEBIH 100M SAMPAH ECENG GONDOK YANG MENUTUPI IRIGASI DI DUGA MENGUDANG BANJIR DAN PETUGAS PENGAIRAN LALAI BIAR SAMPAH. - KABAR LIDIK INDONESIA

Breaking

Post Top Ad

KURANG LEBIH 100M SAMPAH ECENG GONDOK YANG MENUTUPI IRIGASI DI DUGA MENGUDANG BANJIR DAN PETUGAS PENGAIRAN LALAI BIAR SAMPAH.







KARAWANG - Para waker dan petugas pengairan membiarkan saluran air macet dan biarkan sampah eceng gondok tergenang  saluran irigasi di dusun kalenbutu dan aliran irigasi arah dusun cikalong di duga para petugas biarkan  mengudang banjir , sehingga sampah eceng gondok tersangkut di jembatan dan masyarakat kecewa atas kinerja para waker dan petugas coek dan coek saja.



Satim warga setempat   ketika di kompirmasi oleh salah satu media online di lokasi sampah eceng gondok saluran air mengatakan ,saya kecewa atas ke kinerja waker , sedang waker salah satu petugas pengairan yang mengontrol saluran -saluran air, padahal setiap bulannya waker terima gajih dan kenapa membiarkan sampah -sampah eceng gondok di biarkan tergenang di aliran irigasi.

Saya kesal ,padahal sampah eceng gondok itu harus di angkat kedarat ,tapi aneh nya malah di buang ke saluran air tentunya air mengalami tersendat kini saluran irigasi mengalami total macet atau tersendat karena sampah eceng gondok tentunya  tuturnya.


Lanjut ia saya berharap kepada pihaknya dinas pengairan agar tegur dan tegur .Tolong angkat sampah -sampah eceng gondok segera.Saya juga berharap agar kepala dinas terkait segera menegur para waker-waker , karena sudah membiarkan sampah eceng gondok tergenang di saluran air.



Saya mohon sidak para waker dan dan petugas yang di tugas di Kecamatan Banyusari , segera melakukan pengangkat sampah yang dibuang se-enaknya saja juga sampah eceng gondok akan mengudang malapetaka alias banjir,sedang sekarang lagi musim hujan.







Sekali lagi agar para petugas atau waker pengairan yang membuang sampah eceng gondok sebarang agar di pecat karena menerima gajih buta  sedangkan kerjanya waker gak becus melakukan kinerja germ nya pungkas*.


Reporter : Dadang.

Editor     ; Eli nurlaeli.

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Pages