PARA KERJA TUNTUT UPAH (TURAP ) DI DUGA PEMBORONG SEPELEKAN TENAGA KERJA RAIH KE UNTUNGAN PRIBADI SAMPAI SAAT INI UPAH BELUM DI BAYAR. - KABAR LIDIK INDONESIA

Breaking

Post Top Ad

PARA KERJA TUNTUT UPAH (TURAP ) DI DUGA PEMBORONG SEPELEKAN TENAGA KERJA RAIH KE UNTUNGAN PRIBADI SAMPAI SAAT INI UPAH BELUM DI BAYAR.



    " sosok pemborong inisial  Rit**.



Karawang - kabarlidikindonesia.com- minggu-13/1/2023- Pemborong yang berinisial Rit asal Jomin Cikampek Kabupaten Karawang Propinsi Jawa barat ,  menyepelekan upah para pekerja turap yang bekerja di proyeknya . Dengan janji dari hari ke hari yang cuma ngomong doang bikin kesal para pekerja yang sangat mengharapkan upah kerja tersebut.

Dengan gampangnya Rit menjanjikan hari selasa dan hari jum'at tp masih belum juga menepati janjinya sampai saat ini .

Sudah berhari hari  mereka semua di janjikan tapi Rit santai,cuek-cuek saja tidak mempedulikannya.



  **ini para pekerja yang nasibnya kelaparan**.



Sembilan kepala kuli ( mandor ) yang belum di bayar menjadi kesal dan geram atas tingkah lakunya pemborong tersebut . Para mandor berinisial D , U , E , A , K , H , T , S dan J .Mereka bukan hanya orang kerawang saja tapi ada juga yang dari luar karawang .

*motor kami di tahan buat jaminan,karena ongkos mobil gak bayar*

Salah satu mandor yang berinisial J mengatakan " Kami jauh - jauh datang dari kampung untuk bekerja tapi kami gak di kasih uang makan . Rit membiarkan kami kelaparan , sengsara di lokasi . Boro - boro buat keluarga di kampung , kami di pekerjaanpun gak bisa makan . Tolonglah jangan mau tenaga kaminya saja karena kami kerja untuk cari uang demi keluarga . Buruh seperti kami sehari gak kerja berarti sehari kami gak makan ujar j " .



*Tenaga kerja yang belum di bayar*.


Lanjut ia " Ongkos mobil kamipun belum di bayar sehingga motor saya di tahan untuk jaminannya kepada yang menyewakan mobil buat kami berangkat ke lokasi pekerjaan . Ucap j.






Kami atas nama rekan -rekan kerja agar rit segera bayar upah kami ,Kami orang kecil yang berharap rit membayar keringat kami ,membayar  mobil yang mengatar rombongan kami karena kami di suruh bekerja di proyeknya ujar J ,pungkas*.

Reporter  :  Epeng.


*Redaksi*.

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Pages