PEMBORONG SEPELEKAN TENAGA TUKANG KULI PEMBANGUNAN TURAP DI DUGA PEMBORONG BELUM BAYAR UPAH SAMPAI SAAT INI. - KABAR LIDIK INDONESIA

Breaking

Post Top Ad

PEMBORONG SEPELEKAN TENAGA TUKANG KULI PEMBANGUNAN TURAP DI DUGA PEMBORONG BELUM BAYAR UPAH SAMPAI SAAT INI.



  *hai bung bayar ke ringat orang *



KARAWANG-kabarlidikindonesia.com - sabtu-14/1/23 -Pemborong asal cikampek- jomin  Kabupaten Karawang jawa barat, sepelekan tenaga kuli pembangunan turap di duga pemborong berinisial (rit) belum bayar upah para pekerja  hingga saat ini cuma dengan kata- kata hari selasa ,jumat akan di bayar dan terus menerus berikan janji palsu dan bohong kepada tukang kuli.

Pasalnya tukang kuli butuh bayaran dan berharap kepada berinisial(rit) segera bayar ,namun pemborong( rit ) ini tak ada jawaban sama sekali  hampir 2 minggu ini masih menunggu jawaban .jum,at -6/2/23.


Sembilan kepala kuli ( mandor) yang belum di bayar oleh pemborong berinisial ( rit) sangat geram sekali dengan tikah dan sifat bohongnya juga ngomong doang dan mengatakan janji hari selasa dan hari jum,at ternyata pemborong sial (rit) ini sepelekan tenaga keringat  para tukang kuli dan berpura -pura conge sehinga abaykan begitu saja.



   ** hai bung ingat itu uang upah kuli ,keringat orang bayar**


Banyak mandor-mandor yang di bohongi pemborong berinisial (rit ) di antaranya mandor inisial B,J, A,C,U,D,K,A,S, dari karawang juga dari luar karawang yang jadi santapan juga tumbal jadi korban janji manis, Rit bohongi mentah mentah kepada tukang kuli tersebut.




"Sosok pemborong bohong"



Kami atas nama para mandor kuli juga berharap agar para kontraktor yang ada di wilayah  karawang maupun di luar karawang atau dinas terkait (PUPR) jangan percaya , jangan di pake lagi atau di kerja karena  pemborong berinisial (rit) ini telah melantarkan para pekerja, cuma memberikan janji doang kepada pekerja ternyata di manfaatkan tenaga nya doang. 


Pemborong berinisial (rit) sudah kelewatan batas sudah melantarkan manusia juga peras tenaganya,sehingga pekerja kelaparan , sengsara gak ada uang makan .


Ketika di hubungi melalui tpln seluler (wa) mandor berinisial (j) mengatakan kepada media online kami datang dari jauh-jauh dari kampung tujuan untuk bekerja dan untuk menyambung hidup keluarga tapi kenapa malah tersiksa gak beri uang makan sehingga kami pulang tegas (j)

Baru sekarang kami bertemu pemborong sial dangkal berinisiàl (rit) tidak ngasih duit buat makan dan kami di tempat pekerjaan kelaparan.

 

Kami buruh kecil untuk kebutuhan keluarga di rumah sehari -hari,tolonglah bàyar upah kami.Hampir 2 minggu belum juga di bayar.tolong bayar keringat kami karena kami orang butuh ,orang susah ,orang kecil ujar (j).


Lanjut ia ,motor kami di tahan untuk jaminan buat membanyar ongkos mobil dari sumedang ke karawang dan sampai saat ini pemborong sial berinisial (rit) belum juga bayar upah tegasnya (j) .


Reporter  : Diki irwan.


          * Redaksi*.

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Pages