Breaking News

Memuat berita terbaru...

Oknum Wartawan Inisial (H) Diduga Gondol Uang Koordinasi Oplah di Desa Pasirjaya, UPKK Mengaku Kecewa Karena Tak Sesuai Janji .



.   Lokasi pekerjaan proyek.


‎www.kabarlidikindonesia.com 28/10/2026.

KARAWANG -  Program Optimasi Lahan (Oplah) yang seharusnya fokus untuk membantu para petani di wilayah Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat, justru kini diwarnai dengan banyak keluhan dari pihak pelaksana di lokasi lapangan.

‎‎Keluhan ini datang dari UPKK Poktan Desa Pasirjaya, Bapak Sudi Adang. Ia secara terbuka mengakui bahwa diri nya kecewa dengan ulah salah satu oknum wartawan berinisial ( H ).

‎‎Di ketahui bawa program Oplah ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan pasilitas pertanian. Pelaksananya di tingkat desa adalah UPKK Poktan atau Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan Kelompok Tani.Memastikan bahwa ini pekerjaan saluran di area sawah,supaya saluran air bisa lancar, berjalan normal dan  pengolahan lahan sampai penanaman padi.

‎Sudi Adang mengatakan dan ‎Menurut keterangan Sudi Adang, oknum wartawan inisial (H) , tersebut datang dan menawarkan jasa untuk mengkondisikan rekan-rekan media yang ada di wilayah Karawang , agar tidak datang kelokasi pekerjaan proyek saluran air yang sedang berjalan saat ini dan tidak  mengganggu kegiatan poktan di lapangan.

‎‎Alasannya inisial ( H), meminta uang  kordinasi rekan rekan media, ia pun mengatakan agar rekan media jangan datang  ke lokasi. Inisial ( H ) minta Rp 1 juta per titik nya," jelas Sudi Adang.

‎‎Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya disepakati pembayaran di awal sebesar Rp 3 juta, dan sisanya baru akan dibayarkan setelah pekerjaan proyek Oplah tersebut sudah berjalan 50 %. Kesepakatan ini dianggap sudah dil ,oleh kedua belah pihak di awal tutur Sudi Adang.

‎Lebih lanjut, ‎namun kenyataan nya menurut Sudi Adang, setelah uang Rp 3 juta diberikan kepada oknum inisial ( H)  , aneh nya sikap oknum wartawan ( H) tersebut justru berubah. Oknum wartawan berinisial (H), ini malah terus meminta dan memaksa agar sisa pembayaran yang seharusnya dibayar dan di lunasi juga diminta untuk dibayarkan semuanya di awal.

‎‎Puncak kekecewaan Sudi Adang adalah, meski sudah membayar uang koordinasi di awal, kondisi di lapangan ternyata tidak seperti yang dijanjikan oleh oknum inisial ( H) dan Faktanya, masih banyak wartawan berdatangan ke kelompok tani di Desa Pasirjaya bahkan wartawan sampai datangi ke rumah saya tutur  Sudi Adang

‎Lebih lanjut,  Kalau memang sudah dikondisikan yang seharus nya wartawan lain tidak datang lagi. Tapi kini wartawan masih banyak yang berdatangan ke poktan-poktan. Jadi apa yang dikordinasikan? .

Saya merasa kesal dan kecewa oleh ulah oknum inisial ( H) dia tidak bisa memenuhi komitmen di awal," tegas Sudi Adang.Saat dimintai keterangan Sudi Adang dengan tegas,menyampaikan kekecewaannya secara langsung.

‎‎Saya jujur kecewa berat terhadap oknum wartawan berinisial H, karena niat saya bayar itu agar  kerjaan poktan tidak terganggu  lancar ,aman ,tenang dan kondusif  dan petani yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan saluran air supaya tidak terganggu. 

Tapi buktinya masih banyak wartawan yang datang kelokasi. Jadi saya bayar untuk apa? Kalau begini caranya saya jelas sangat dirugikan," ujarnya.

‎‎Ia juga mengaku bingung dengan sikap oknum wartawan inisial (H) tersebut yang terus menagih sisa pembayaran di awal, padahal sudah komitmen awal sebelum dijalankan.

‎‎"Saya sudah baik, sudah bayar Rp 3 juta di awal sesuai janji. Tapi dia malah minta dilunasi semua di awal. Lah kalau begitu komitmennya mana? Dia janji mau kondisikan, tapi fakta di lapangan masih banyak wartawan yang datang ke poktan. Itu namanya tidak komitmen," tambahnya.

‎‎Di akhir keterangannya, Sudi Adang juga memberikan pesan keras untuk oknum wartawan berinisial (H) tersebut dan untuk para UPKK lain di Karawang agar lebih berhati-hati.

‎‎"Buat oknum inisial (H), tolonglah komitmen. Jangan hanya minta uangnya saja tapi minta tanggung jawab nya . Saya ini UPKK, uang itu bukan untuk main-main".

Dan buat temen temen UPKK lain di Karawang hati hati kalau ada oknum wartawan yang meminta  jatah kordinasi mengatas namakan  media.

Lebih lanjut lebih baik di tolak saja,kalau ujung ujung nya seperti  kejadian ini,kita ini kerja untuk membatu petani ,bukan untuk setor ke oknum  wartawan ucap Sudi Adang.

Sudi Adang pun menegaskan ,bahwa dana yang di keluarkan adalah untuk kelancaran dan kebutuhan  proyek saluran program pertanian dan bukan hal lain,  Sudi Adang berharap kepada oknum wartawan inisial ( H) harus bertanggung jawab sesuai komitmen yang disepati.

Hingga berita ini di Publikasikan ,oknum wartawan berinisial ( H)  belum berhasil di konfirmasi ,Media masih berupaya  meminta hak jawab dari yang bersakutan,selanjutnya Sudi Adang akan melporkan ke Dewan Pers dan APH , sekali lagi Sudi Adang akan melaporkan atas prilaku oknum wartawan inisial ( H) yang bersakutan pungkas* ( red).



BACA JUGA BERITA LAINNYA